The Bridge

SURVEYING WITH SAFETY

August 8, 2008 · 3 Comments

Selaku satuan industri, kapal berpeluang dihadapi sejumlah bahaya rawan atas keselamatan perora-ngan jiwa manusia.

Menjalankan tugas survey mencakup naik/turun kapal di pelabuhan à sangat utama dipahami ri-siko prinsip yang terlibat dan metoda melin-dungi diri terhadapnya.

Ingat selalu agar peduli keselamatan diri dan ke-selamatan orang lain demi kepentingan bersama.

Kecelakaan karyawan baik di darat maupun di ka-pal tidak hanya berdampak pada perorangan dan pada pihak pemberi kerja, namun menghancurkan pula seluruh keluarga dari yang bersangkutan. Keep reading →

→ 3 CommentsCategories: Uncategorized

STEVEDORING &SHIP STOWAGE

August 8, 2008 · Leave a Comment

 

Rumusan kata Stevedore : pihak yang melaku-kan bongkar muat kapal di pelabuhan atau mena-ta susun muatan di palka kapal.

Semua orang yang melakukan bongkar muat ka-pal, dalam proses itu sering disalah sebutkan se-bagai “stevedore, lepas dari tugas dan kemam-puan sebenarnya.

Stevedore = orang bertanggung jawab atas tugas menata susun;

orang yang tergabung dalam “gangs” (Regu Kerja) lebih tepat disebut longshoremen (Tenaga Kerja bongkar muat), yang dikerahkan menurut tugas masing-masing, seperti : foremen (mandor), winchmen (tukang derek), hatchmen (petugas pal-ka), tractor driver (pengemudi traktor)

Kata Stowage dalam arti lebih luas = uraian ope-rasi keseluruhan memindahkan muatan dari der-maga, terminal, tempat lain di darat ke palka kapal untuk disimpan / tata susun dengan aman.

 

Menata susun tepat muatan kapal = masalah ru-mit melibatkan penanganan banyak jenis komodi-tas dan petikemas perkapalan – hanya bisa dipela-jari lewat pengalaman bertahun-tahun, disertai pengetahuan teknik + baca buku yang diperlukan.

Memang benar Nakhoda kapal bertanggung jawab atas tata susun tepat muatannya

dalam praktek diandalkan nasihat dan penilaian para akhli darat (marine surveyors & consultants)

di lapangan para stevedores penanggung jawab. Keep reading →

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

JALAN RAYA SERPONG,”NERAKA” BARU DI TANGERANG

August 8, 2008 · 4 Comments

 

Abas Setiawan,35 tahun,karyawan sebuah perusahaan tambang tersebut resah. Sejak beberapa bulan lalu,semakin stress saat pulang atau pergi dari rumahnya di kawasan Lippo karawaci menuju kantornya di daerah Cilandak Jakarta Selatan. Bagaimana tidak stress,jalan raya Serpong yang setahun lalu masih sepi, sekarang hampir tiap hari dilanda kemacetan yang luar biasa.Apalagi pada jam-jam sibuk,truk-truk berukuran besar banyak yang melewati jalan tersebut.

Kekecewaan senada atas semakin macet dan semrawutnya kondisi Jalan Raya Serpong juga diungkapkan Jonathan(35), warga Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang. “Di mana ada aturannya pembatas jalan (median jalan) kok dibuat berkelok-kelok. Seharusnya pemerintah juga mempertimbangkan pengguna jalan jangan asal membuat pelebaran,” kata Jonathan.

Jonathan mengungkapkan kekesalannya mengingat pelebaran jalan di Jalan Raya Serpong yang dijanjikan pemerintah tidak kunjung selesai. Ia sendiri tidak tahu mengapa pelebaran jalan tersebut begitu lamban. Dijelaskan bahwa sebenarnya sejak pertengahan 2003 upaya memperbaiki jalan sudah dilakukan. Hanya saja sepertinya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tidak serius. Keep reading →

→ 4 CommentsCategories: Uncategorized